PRAKATA
Dari Zaman ke Zaman, tidak ada orang yang menerima reaksi begitu banyak dan bermacam-macam seperti halnya Isa Al Masih, apakah itu berupa pujian atau hinaan yang diarahkan kepadanya. Reaksi atau respon berasal dari berbagai kalangan seperti ahlipikir dan orang kebanyakan, yang beragama dan yang tidak beragama, bukan saja dari para pengikutnya tetapi juga dari berbagai macam aliran agama. Bagaimanapun pengabdian mereka dengan berbagai tingkatannya, tetapi reaksinya banyak sekali.Bagi orang Tasawuf(Sufi), Isa Al Masih dianggap sebagai nabi yang berperingkat besar dari nabi-nabi lainnya. ‘Tidak ada nabi sebelumnya yang mendapat predikat mulia dengan nilai-nilai kesempurnaan yang tiada taranya.’ [1]. Lagipula, ‘Isa Al Masih merupakan teladan kesempurnaan manusia dan teladan yang luar biasa dari seorang master/guru yang sugguh-sungguh benar.’ [2]
Bagi orang Tasawuf, Isa Al Masih dijadikan model dan teladan kesucian yang paling murni. Untuk menjadi benar-benar suci bersih ‘seperti Isa Al Masih’ bukan apa saja selain ciptaan Allah yang bisa mengundang jeritan hati para pemujanya. Kesuciannya hanya bisa didapat karena pertolongan, ridho dan kurnia Allah. Orang Sufi selalu menginginkan kesucian seperti kesucian Isa Al Masih, baru mereka merasa puas. Hal ini tersirat dalam puisi penyair ’Attar.
Ya Allah, bersihkanlah aku dari jiwa yang kotor ini,
Sehingga aku sendiri bisa suci abadi seperti Isa Al Masih. [3]
Nama Isa Al Masih diartikan kembali dalam terminologi orang Sufi sebagai ‘cinta kasih.’ [4] Sementara itu suatu hal yang benar-benar jelas, Isa Al Masih sendiri telah mendapatkan tempat di hati dan pikiran Nabi Muhammad, saw. Mengenai kedatangannya kembali Isa Al Masih ke dunia di akhir Zaman yang merupakan pokok pembicaraan di Zaman nya Nabi Muhammad, saw., (seperti halnya sekarang ini) kita menemukan bahwa Nabi Muhammad saw., sangat rindu untuk bertemu Isa Al Masih, sebagaimana Hadis menyatakan:
Harapanku bila diberikan panjang usia adalah ingin bertemu Isa Al Masih, tetapi bila kematian cepat menjemputku, tolong kepada orang yang bisa bertemu dengannya menyampaikan salamku. [5]Nabi Muhammad, saw., bukan saja rindu bertemu Isa Al Masih, akan tetapi ia melihat bahwa persaudaraanya dengan Isa Al Masih harus mendapat tempat yang utama. Meskipun semua nabi-nabi bersaudara, Nabi Muhammad, saw., memilih Isa Al Masih sebagai saudara terdekat. Isa Al Masih merupakan nabi yang mendapatkan tempat yang sangat baik dalam hati dan pikiran Nabi Muhammad, saw. Baginya, persaudaraan dengan Isa Al Masih adalah merupakan keutamaan. Dalam Hadis ditulis:
Nabi-nabi sama satu saudara meskipun dari ibu yang berbeda dan agama mereka hanyalah satu. Dari semua umat akulah yang paling dekat dan pantas menjadi saudara dari Isa Al Masih, anaknya Maryam, karena tidak ada nabi di antara aku dan dia. [6]Dalam karangan berseri ini, para Sufi memandang Isa Al Masih sebagai suri-teladan dalam hal kesucian dan cinta kasih. Dan yang sangat dirindukan Nabi Muhammad, saw., adalah persaudaraannya yang perlu diutamakan.
Dalam seri ini juga kita akan menggali cerminan Isa Al Masih dari sudut pandang Hadis dan komentar Al-Qur’an serta tulisan-tulisan kaum Sufi.
Komentar
Posting Komentar